Kepala Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Dwi Shara Soekarno mengatakan saat ini IHSG telah menguat 0,14 persen. Hal tersebut membuat nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia berada di level Rp5.150 triliun.
“Sepanjang periode 29 Februari 2016 hingga 4 Maret 2016, pemodal asing juga kembali mencatatkan beli bersih di pasar saham dengan nilai Rp2,26 triliun. Sehingga secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih dengan nilai Rp3,79 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun berdasarkan pertumbuhan level IHSG, pasar modal Indonesia sendiri masih tercatat sebagai salah satu bursa saham yang memberikan imbal hasil di sepanjang tahun ini dibandingkan dengan bursa negara lain.
Sementara level bursa utama dunia lainnya tercatat masih terkoreksi seperti Malaysia (0 persen atau turun 0,02 poin), Korea Selatan/Indeks KOSPI (turun 0,29 persen), Philipina (turun 0,76 persen), Inggris Raya (turun 1,44 persen), Singapura/Indeks Straight Times (turun 1,59 persen), Australia (turun 3,62 persen), Amerika Serikat/Indeks Dow Jones (turun 3,75 persen), India (turun 5,58 persen), Hong Kong/Indeks Hang Seng (turun 7,93 persen), dan Jepang/Indeks Nikkei 225 (turun 10,61 persen).
Dwi menambahkan, satu obligasi milik PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk telah dicatatkan di BEI pada pekan ini. Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance III Tahap III Tahun 2016 yang bernilai nominal Rp1,10 triliun tersebut dicatatkan pada Kamis (3/3).
“Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2016 adalah 7 emisi dari 6 emiten senilai Rp11,64 triliun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp1.473,37 triliun dan US$1,04 miliar dan 6 Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp2,3 triliun. (gir)