Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan minat investasi tersebut diperoleh dari Singapore Investor Forum yang digelar kerjasama kantor perwakilan BKPM Singapura, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Kadin Indonesia, Singapore Business Federation (SBF) dan International Enterprise (IE) pada Kamis (3/3).
“Singapura merupakan salah satu negara terpenting yang menjadi sumber investasi terbesar bagi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Berdasarkan identifikasi tim pemasaran investasi BKPM wilayah Singapura, minat Investasi tersebut antara lain di sektor properti US$200 Juta, sektor pertanian US$1,5 milyar, perkebunan US$10 juta, kawasan industri US$100 juta dan infrastruktur teknologi informasi sebesar US$300 juta,” lanjutnya.
Pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM (IIPC) Singapura Ricky Kusmayadi menyampaikan bahwa minat investasi yang berhasil merupakan akumulasi dari minat yang disampaikan oleh lima perusahaan Singapura.
"Kami siap mengawal minat investasi tersebut hingga menjadi realisasi investasi," imbuhnya.
Berdasarkan data BKPM tahun 2015, nilai investasi yang masuk dari negara Singapura mencapai angka US$5,9 miliar dengan jumlah proyek mencapai 3.012. Sementara komitmen investasi Singapura tercatat naik 68 persen menjadi US$16,3 miliar.
Singapura merupakan negara teratas di daftar peringkat negara asal realisasi investasi. Bersama Malaysia, Singapura ditetapkan sebagai negara prioritas pemasaran investasi khusus untuk negara-negara anggota ASEAN.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan realisasi investasi dari ASEAN yang pada tahun 2015 naik 15 persen menjadi US$9,1 miliar dari sebelumnya US$7,93 miliar.
Sementara dari sisi komitmen investasi, negara-negara anggota ASEAN pada tahun 2015 mencatatkan kenaikan 79 persen mencapai US$22 miliar dari posisi tahun sebelumnya US$12,3 miliar. (gir)