"Indonesia perlu beradaptasi dengan perubahan ekonomi dunia dengan pertumbuhan yang melambat dan lemahnya harga komoditas serta aliran modal perdagangan," ujar Country Director Bank Dunia Rodrigo A. Chavez di Jakarta, Selasa (15/3).
Bank Dunia menilai belanja infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah tahun ini masih diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan hingga 5,1 persen tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan investasi yang dilakukan oleh pemerintah memang meningkat 42 persen secara tahunan tahun lalu, namun investasi swasta cenderung stagnan.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop menilai Indonesia memiliki banyak sektor industri yang masih bisa tumbuh secara signifikan tahun ini, salah satunya yakni industri manufaktur.
"Namun masih banyak kebijakan yang menghambat pertumbuhan industri tersebut. Sementara pemerintah sudah melakukan reformasi kebijakan dalam 6 bulan ke belakang, namun perlu adanya aksi nyata lebih lanjut untuk membuat para investor nyaman dan mau meningkatkan investasinya," katanya.
Dari segi penerimaan negara, pemerintah perlu melakukan reformasi kebijakan perpajakan salah satunya melalui penguatan sistem administrasi perpajakan, meningkatkan investasi teknologi dan sistem manajemen data. (gen)