Direktur Penyusunan APBN Kementerian Keuangan Kunta Wibawa mengatakan hal ini dikarenakan pemerintah telah melakukan penyesuaian alokasi subsidi sebesar Rp23 ribu per jiwa tahun ini dibandingkan tahun lalu yang masih mencapai Rp19.225 per jiwa.
"Tahun ini tidak akan naik, karena tahun lalu sudah dinaikkan," ujar Kunta kepada CNNIndonesia,com, Rabu (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah tersebut telah disepakati antara pemerintah dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dimasukkan dalam APBN 2016.
Peserta PBI sendiri ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.
Survei Pembaca
Sementara, terkait naiknya iuran BPJS Kesehatan sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, CNNIndonesia.com telah melakukan jajak pendapat melalui media sosial Facebook atas kebijakan yang berlaku mulai 1 April 2016 mendatang.
Sebagian besar dari 816 komentar para netizen yang masuk, mengkritik diterbitkannya aturan tersebut oleh Presiden Joko Widodo.
“Dinaikin boleh dan sah,yang jelas pelayanan jg bagus,jangan tebang pilih,di daerah sya jangankan kelas 3/2,kelas 1 aja masih dipersulit oleh Rumah sakit..ga ada yg mau sakit,tpi sya pribadi masih banyak melihat pasien ditelantarkan Rumah sakit,karena menggunakan BPJS..tolong pemerintah tindak tegas semua Rumah Sakit yang seperti itu..khususnya didaerah saya ini,” ujar Zak’s Pearl’s Ezrela dalam komentarnya.
Seperti diketahui, Perpres yang diteken Jokowi pada 29 Februari 2016 lalu mengatur besaran iuran peserta dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I naik dari Rp 59.500 menjadi Rp 80 ribu dan iuran peserta dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II yang semula Rp 42.500 naik menjadi Rp 51 ribu. Sementara, iuran bagi peserta dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III naik menjadi Rp30 ribu dari sebelumnya Rp 25.500.
Tak hanya itu, per 1 Januari lalu, pemerintah juga menaikan besaran iuran peserta penerima bantuan iuran (PBI) serta penduduk yang didaftarkan pemerintah dari sebelumnya Rp 19.225 menjadi Rp 23 ribu. (gen)