Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, faktor yang menjadi katalis pada perdagangan saham hari ini disebabkan oleh optimisme investor terkait wacana Bank Indonesia yang akan memangkas suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis poin.
"Optimisme pemangkasan BI rate menjadi salah satu pendorong IHSG. Investor asing pun tercatat melakukan beli bersih sekitar Rp374,8 miliar," tulis Lanjar dalam risetnya, Kamis sore (17/3)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ujar Lanjar dalam perdagangan esok hari faktor teknikal dinilai berpotensi akan menahan penguatan indeks BEI.
Di mana pola teknikal yang terbentuk untuk pergerakan IHSG esok justru cenderung menjadi IHSG terkoreksi.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, faktor yang dinilai menjadi sentimen pada IHSG juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas minyak mentah dunia.
Saat ini, harga minyak mentah jenis WTI Crude diketahui berada di level US$39,57 per barel, naik 2,89 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, faktor yang dinilai menjadi sentimen pada IHSG juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas minyak mentah dunia.
Saat ini, harga minyak mentah jenis WTI Crude diketahui berada di level US$39,57 per barel, naik 2,89 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sedangkan minyak mentah jenis Brent Crude dibanderol di posisi US$41,29 per barel, menguat 2,38 persen.
"Sentimen yang beredar itu, membuat IHSG sedang membentuk pola tren penguatan jangka menengah," katanya.
Dari regional, sejumlah indeks tercatat bergerak fluktuatif seperti indeks Hang Seng yang naik 246,11 poin ke level 20.503,81, indeks Nikkei melemah 38,07 poin ke level 16.936,38, dan Straits Times menguat 31,20 poin ke posisi 2.875,09.
(dim)
"Sentimen yang beredar itu, membuat IHSG sedang membentuk pola tren penguatan jangka menengah," katanya.
Dari regional, sejumlah indeks tercatat bergerak fluktuatif seperti indeks Hang Seng yang naik 246,11 poin ke level 20.503,81, indeks Nikkei melemah 38,07 poin ke level 16.936,38, dan Straits Times menguat 31,20 poin ke posisi 2.875,09.