"Kita yakin karena faktornya sekarang kita lebih dorong investasi swasta masuk dan terutama kalau tax amnesty jalan, itu akan mendorong pertumbuhan investasi baik yang di pemerintah maupun di sektor swasta," ujar Bambang di gedung DPR, kemarin.
Bambang juga menanggapi hasil laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan tahun ini menjadi 4,9 persen. Menurutnya pandangan IMF cenderung konservatif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, imbauan IMF untuk memangkas target belanja dan penerimaan tahun ini dalam APBNP, juga akan dipertimbangkan seiring dengan proses perkembangan pembahasan RUU Pengampunan Pajak.
Secara menyeluruh, Bambang menilai aktivitas ekonomi untuk menggenjot pertumbuhan belum dirasakan pada awal kuartal I. Ia memprediksi geliat pertumbuhan bisa dirasakan di kuartal selanjutnya.
"Di kuartal I belum terlalu terasa, kemungkinan triwulan II sampai IV ada perbaikan di pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Sebelumnya IMF meragukan implementasi kebijakan pengampunan pajak mampu meningkatkan penerimaan pemerintah Indonesia.
Breuer mengatakan, berdasarkan pengamatan IMF, banyak negara yang gagal dalam menerapkan pengampunan pajak.
"Banyak negara di dunia yang mencoba kebijakan pengampunan pajak. Namun kebijakan tersebut nyatanya tidak mampu mendongkrak penerimaan secara signifikan," ujarnya. (gir)