Bank Indonesia (BI) menyatakan laju utang tersebut melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2015 sebesar 5,8 persen secara tahunan. Perlambatan pertumbuhan ini terutama didorong oleh perlambatan ULN sektor publik dan penurunan ULN sektor swasta.
“ULN berjangka panjang tumbuh 4,8 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2015 sebesar 8,6 persen secara tahunan. Sementara itu, ULN berjangka pendek masih mengalami penurunan 12,7 persen secara tahunan,” tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segaradalam keterangan resmi, Jumat (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dengan perkembangan tersebut, posisi ULN sektor publik dan swasta masing-masing tercatat sebesar US$143,4 miliar (46,6 persen dari total ULN) dan US$164,6 miliar (53,4 persen dari total ULN),” jelasnya.
Lebih lanjut, ULN berjangka pendek sebesar US$38,9 miliar (12,6 persen dari total ULN), terdiri dari ULN sektor swasta sebesar US$36,2 miliar (93,0 persen dari total ULN jangka pendek) dan ULN sektor publik sebesar US$2,7 miliar (7,0 persen dari total ULN jangka pendek).
Adapun jika menurut sektor ekonomi, maka ULN swasta pada akhir Januari 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,2 persen.
“Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan tahunan ULN sektor keuangan, industri pengolahan, dan listrik, gas dan air bersih melambat, sementara pertumbuhan tahunan ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi yang lebih dalam,” katanya.
Ia menyatakan BI memandang perkembangan ULN Januari 2016 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta.
“Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi,” jelasnya.