Kepala Komunikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Dwi Shara Soekarno menyatakan hal itu meningkatkan level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini sebesar 1,49 persen ke posisi 4.885,708 jika dibandingkan dengan posisi 4.813,779 di perdagangan akhir pekan lalu.
“Pada perdagangan akhir pekan, IHSG menguat tipis 0,0004 persen yang membuat kapitalisasi pasar berada ke level Rp5.187 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian di BEI pekan ini mengalami penurunan 2,28 persen menjadi Rp6,08 triliun dari Rp6,22 triliun di akhir pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian di pekan ini memang mengalami kenaikan 28,51 persen, dan rata-rata frekuensi harian naik 5,17 persen.
Secara year to date (sejak awal tahun), level IHSG masih meningkat 6,37 persen dan hanya kalah dibandingkan bursa Thailand yang tumbuh 7,30 persen. Sedangkan level bursa utama dunia lainnya adalah sebagai berikut: Philipina (5,10 persen), Korea Selatan/Indeks KOSPI (1,57 persen), Malaysia (1,41 persen), Inggris/Indeks FTSE 100 (-0,32 persen).
Selain itu Singapura/Indeks Straight Times (0,83 persen), Australia (-1,97 persen), Amerika Serikat/Indeks Dow Jones (-0,70 persen), India (-4,87 persen), Hong Kong/Indeks Hang Seng (-5,67 persen), dan Jepang/Indeks Nikkei 225 (-12,13 persen).
Pencatatan Obligasi
Selain itu, Dwi Shara mengatakan pada pekan ini satu obligasi milik PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dicatatkan di BEI. Obligasi Berkelanjutan III Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2016 dengan Tingkat Bunga Tetap dicatatkan pada Senin (14/3) dengan nilai nominal Rp630 miliar.
“Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2016 adalah 8 emisi dari 7 emiten senilai Rp12,28 triliun,” jelasnya.
Sementara itu Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 93 seri dengan nilai nominal Rp1.511,36 triliun dan US$1,04 miliar dan 6 Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp2,30 triliun. (gir)