Budi mengatakan ada satu pekerjaan rumah yang harus siap dihadapi oleh bank dengan aset terbesar di Indonesia itu, yakni bersaing dengan perbankan asing dalam era Masyarakat Ekonomi Asean atau yang biasa disebut Asean Banking Integration Framework yang mulai berlaku tahun 2020 mendatang.
"Kinerja yang belum tercapai adalah menyusul DBS Singapura dan CIMB, sekarang bukan saatnya lagi bicara kompetisi lokal, sekarang kita ngomongnya kompetisi sama Malaysia, Singapura dan Thailand karena 2020 akan dibuka," ujar Budi saat ditemui usai acara peluncuran pembayaran elektronik (e-Payment Toll) di Kantor PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (PT JLJ), di Bekasi, Senin (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan aset, nilai aset tetap Bank Mandiri tahun lalu mencapai Rp905,76 triliun. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan aset milik DBS Singapura dan CIMB yang masing-masing sebesar Rp4.375 triliun dan Rp1.578 triliun.
"Saya sebagai Dirut yang mundur tidak layak memberikan target kepada Dirut yang terpilih nanti, saya hanya titip doa semoga lebih sukses dari saya," kata Budi.
Budi juga disebut akan mengisi kursi Direktur Utama PT Pelindo II menggantikan RJ Lino. Namun Budi mengatakan setelah dirinya lengser dari kursi Bank Mandiri 1, ia akan mengambil waktu istirahat sejenak.
"Yang pasti saya akan istirahat untuk cuti," katanya. (gir)