Sebab, perusahaan penyedia armada taksi berlogo burung biru itu telah merilis surat himbauan bagi seluruh pengemudi Blue Bird untuk tidak ikut berdemo dan tetap beroperasi secara normal pada Selasa (23/2).
"Surat itu saya terbitkan hari Minggu (20/3) untuk pegangan jika terjadi demo (hari ini)," ujar Direktur Blue Bird, Adrianto Djokosoetono saat dihubungi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai ancaman dan upaya preventif bagi para pengemudi, manajemen juga tak akan menerima klaim jika mobil yang dioperasikan kedapatan rusak akibat terjabak di pusaran demonstrasi.
"(Tapi) Perusahaan tidak bertanggung jawab atas demo tersebut. Aksi ini adalah aspirasi murni pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat se-Jabodetabek," tulis Adrianto dalam suratnya.
Oleh karena itu, Manajemen menegaskan tidak bertanggung jawab atas aksi sepihak para pengemudinya dan menjamin operasional taksi Express tetap berjalan normal.
"Express Group sebagai perusahaan pengelola TAXI Express memberitahukan bahwa aksi unjuk rasa ini adalah aspirasi dari masing–masing pengemudi dan diluar dari organisasi atau manajemen perusahaan. Jadi aksi unjuk rasa ini merupakan aspirasi dari seluruh pengemudi yang tergabung dalam PPAD yang merasa dirugikan oleh beroperasinya beragam moda angkutan plat hitam berbasis aplikasi online," ujar Direktur Operasional Express Group, Herwan Gozali dalam keterangan resminya, Selasa (22/3). (dim)