Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan pengurangan subsidi energi dimungkinkan di tengah tren penurunan minyak mentah dunia pada saat ini. Hal itu akan didorongnya dalam proses revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 guna memperkuat pendanaan kegiatan pemerintah di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
"Masih ada (anggaran subsidi BBM) Rp1.000 per liter yang kalau digeser bisa dapat Rp15-16 triliun. Itu akan jadi sumbangan untuk percepatan program kesejahteraan," ujar Sudirman dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, saat ini negara sangat membutuhkan Dana Ketahanan Energi (DKE) mengingat besarnya kebutuhan DKE untuk memenuhi target 23 persen dari APBN.
"Presiden mengingatkan ke kami untuk bangun strategic petroleum reserve yang bisa UU energi manfaatkan. Cadangan strategis ini tidak digunakan untuk konsumsi, tapi untuk keadaan darurat," katanya.
Usulan tersebut lanjutnya akan diajukan kepada Komisi VII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR untuk dilegalkan.
"Mulai di APBNP akan dialokasikan, berapapun kecilnya. Karena situasi APBN kita sedang alami tekanan tapi budget lain akan dibuka bersama untuk memupuk dana ketahanan energi," katanya. (ags)