Menurut Putu, saat ini KS dan NSSMC tengah menyelesaikan pembangunan pabrik baja otomotif di Cilegon, Banten yang sudah selesai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Kedua perusahaan nantinya akan membentuk perusahaan bersama bernama PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS).
“Mereka akan memproduksi baja galvanis untuk kebutuhan otomotif,” ujar Putu, dikutip dari laman Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Senin (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Awal 2017, pabrik tersebut sudah bisa beroperasi dan produksinya akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif di dalam negeri,” ujar Putu.
Ia berharap Begitu pabrik di Cilegon tersebut beroperasi, diharapkan dapat mengisi kebutuhan baja galvanis dan memangkas impor hingga 50 persen.
“Kebutuhan nasional sekitar 700 ribu-800 ribu ton. Kalau digabung dengan sepeda motor, mungkin kebutuhannya mencapai satu juta ton per tahun,” jelasnya.
Kemenperin menurutnya juga telah meminta KNSS untuk memproduksi baja galvanis yang dibutuhkan industri elektronik yang membutuhkan spesifikasi lebih tipis.
“Kami minta supaya tidak hanya ke galvanis. Tapi masuk ke baja berpelapis, masuk ke pelat yang tipis. Jadi, juga menggunakan cat atau lapisan lain supaya bisa dipakai industri elektronik untuk pendingin udara atau kulkas,” jelasnya.
Selain untuk baja otomotif, NSSMC bekerja sama dengan KS memproduksi baja untuk sektor konstruksi melalui perusahan patungan PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Investasi untuk membangun pabrik baja konstruksi tersebut mencapai US$200 juta. (gen)