Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia (EMOI) Erwin Maryoto mengatakan masa produksi puncak tersebut berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan perusahaannya. Setelah masuk ke tahun ke empat, Erwin memastikan produksi minyak Blok Cepu bakal turun.
"Saya tidak bisa menyebutkan," kata Erwin seperti dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (29/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai perkiraan, lapangan minyak Kedungkeris, potensinya sekitar 200 juta barel, masih kalah dibandingkan dengan lapangan Banyuurip Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, yang mencapai 450 juta barel.
Ia menjelaskan produksi minyak lapangan Banyuurip Blok Cepu, rata-rata 165 ribu barel per hari, yang baru berjalan beberapa waktu lalu, dialirkan melalui pipa distribusi menuju Kapal Gagak Rimang, di laut Tuban.
Di kapal Gagak Rimang, yang kapasitasnya mencapai 2,2 juta barel itu, produksi minyak Blok Cepu, secara tetap diambil dengan kapal tanker minyak.
"Secara tetap, produksi minyak di Kapal Gagak Rimang diambil dengan kapal tanker minyak, baik bagian minyak yang menjadi jatah Pertamina, juga jatah EMCL," ucapnya. (gen)