“Pertumbuhan ekonomi global, rendahnya harga minyak dunia, dan ketidakpastian ekonomi China membuat penaikan suku bunga dilakukan bersamaan dengan pemulihan ekonomi Amerika,” kata Yellen dalam pidatonya tadi malam seperti dikutip Reuters, Rabu (30/3).
Menurut Yellen, laju ekonomi Amerika bergerak bervariasi mengikuti sejumlah indikator yang menguntungkan dan juga merugikan. Di satu sisi, jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap industri Amerika sebanyak 230 ribu orang per bulan dalam tiga bulan terakhir. Akibatnya tingkat pengangguran turun tipis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun akibat pidatonya tersebut, Yellen harus menyaksikan pelemahan dolar terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di perdagangan New York pada Selasa (Rabu pagi WIB).
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1298 dolar dari 1,1206 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4386 dolar dari 1,4260 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7637 dolar dari 0,7544 dolar.
Dolar dibeli 112,74 yen Jepang, lebih rendah dari 113,28 yen pada sesi sebelumnya. Greenback turun menjadi 0,9661 franc Swiss dari 0,9736 franc Swiss, dan turun tipis ke 1,3056 dolar Kanada dari 1,3173 dolar Kanada. (gen)