"Kita harus kejar-kejaran masuk ke era digital, kalau tidak nanti terlambat. Alhamdulillah hal ini direspons oleh dunia usaha. Kerja sama (dengan perusahaan digital asing) akan terus kita galang," ujar Jokowi dalam dialog publik dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Balai Kartini, Rabu (30/3).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai potensi pembiayaan di sektor ekonomi digital sangatlah besar. Oleh sebab itu harus ada lembaga jasa keuangan yang mampu menopang pertumbuhan industri digital kedepannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kunjungannya ke Sillicon Valley California Feburari lalu, Jokowi telah menyampaikan kepada perusahaan teknologi raksasa seperti Google dan Plug & Play untuk bisa menyelenggarakan workshop khusus bagi ribuan pelaku usaha rintisan tanah air.
Untuk di dalam negeri, ia berharap lembaga jasa keungan jenis perusahaan modal ventura mampu mendukung pembiayaan para wirausahawan di Indonesia.
"Pendanaan itu harus disiapkan, oleh siapa yang ada. Modal ventura yang punya, nanti OJK punya aturan main untuk itu agar mempercepat. Segera bergerak," kata Jokowi.
"Paket ekonomi jilid X sangat berperan penting untuk bidang rintisan tapi karena karakter rintisan sendiri yang memiliki keunikan mungkin ada membutuhkan sistem pemodalan yang sangat berbeda dan regulasi yang berbeda," kata Willson.
Permodalan rintisan di Indonesia menurutnya masih tertinggal jauh dengan yang ada di Singapura dan India. Di mana sejumlah insentif dengan gencar diberikan regulator masing-masing negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Menghadapi persaingan global, negara-negara seperti India dan Singapura sangat gencar memberikan modal bagi perusahaan rintisan dan banyak sekali dukungan dari sisi network maupun dari kebijakannya, kita jangan sampai mau kalah," ujarnya. (gen)