"Hari ini diputuskan harga premium yang semula Rp6.950 per liter, 1 April jadi Rp6.450, turun Rp500. Solar juga turun dari Rp5.650 jadi Rp5.150. Sedangkan minyak tanah tetap, tidak ada perubahan," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Istana Kepresidenan, Rabu (30/3).
Sudirman menjelaskan penyesuaian harga premium dan solar ini sesuai dengan regulasi yang mengamanatkan pemerintah untuk tidak melepaskan harga BBM sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Menurutnya, kemudian menjadi tugas pemerintah untuk menjaga stabilitas harganya agar tidak bergejolak terlalu tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan enam bulan ke depan harga (BBM) bisa dipertahankan agar masyarakat bisa susun rencana yang lebih baik dan tidak terganggu naik-turunnya harga BBM," jelas Sudirman.
"Kami siapkan Keputusan Menteri ESDM melalui Perpres kewenangan tiap tiga bulan sekali," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto memastikan kesiapan perseroan untuk menjalankan tugas yang diembankan pemerintah ini.
"Pertamina juga siap mempertahankan harga sampai September agar tak ada gejolak dalam enam bulan," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Dwi juga menyinggung soal dua kali koreksi harga BBM non penugasan sepanjang Maret 2016, yakni rata-rata turun sebesar Rp200 per liter. "Sehingga pada Maret, harga BBM non penugasan sudah turun Rp400 per liter," katanya.
(ags)