Direktur AKR Corporindo Koko Matthew mengatakan sampai sejauh ini sudah ada 16 perusahaan yang menyampaikan minat dan ada beberapa yang akan menyelesaikan uji tuntas (due dilligence) sebelum akhir tahun. Kendati demikian, ia tak mau menyebut nama-nama perusahaan yang dimaksud.
"Sudah ada 16 perusahaan yang terus berkomunikasi dengan kami dan kami optimistis beberapa dari mereka mau menggunakan 60 hektare lahan kami di tahun ini," jelas Koko kepada CNNIndonesia.com, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun biasanya jika ada perusahaan yang bolak-balik datang dan kini sedang melakukan legal audit, tanda-tandanya mereka akan berkomitmen masuk ke JIIPE. Nanti mungkin akan kami lihat hasilnya seperti apa," ujarnya.
"AKR juga akan bangun di tahun ini untuk mendukung bisnis manufaktur mereka. Apalagi pelabuhan kami sudah bisa dipakai untuk ekspor impor sejak Februari lalu, sehingga bisa menunjang bisnis-bisnis yang ada di Jawa Timur juga," jelasnya.
Sebagai informasi, kawasan industri JIIPE menempati lahan seluas 2,99 ribu hektar dimana kawasan industrinya sendiri memiliki luas 1,6 ribu hektar atau 53,5 persen dari total lahan JIIPE. Dari total lahan industri tersebut, sebanyak 600 hektar lahan sudah siap jual dengan sistem sewa atau jual status Hak Guna Bangunan (HGB).
Kawasan industri JIIPE sendiri dikelola oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, yang merupakan perusahaan patungan (joint venture) AKR Corporindo dengan Pelindo III.