Target pertumbuhan ini boleh dibilang agresif, mengingat realisasinya pada akhir tahun lalu negatif 3,62 persen dari tahun 2014 silam yang sebesar Rp33,61 triliun. Sebagai upaya mendongkrak kinerja tahun ini, Bank Mega akan menggenjot kredit korporasi.
"Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Namun, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik tahun ini akan kami manfaatkan dengan mengucurkan kredit ke sektor korporasi," ujar Kostaman Thayib, Direktur Utama Bank Mega kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak cuma agresif dalam mematok pertumbuhan kredit, Bank Mega juga optimistis dalam meraup dana pihak ketiga (DPK) dan laba bersih sampai akhir tahun nanti.
Ekspansi Ritel
Kostaman menuturkan, untuk mendongkrak lini ritel, pihaknya berniat memanfaatkan jaringan kantor kas di gerai-gerai Carrefour. Ini merupakan sinergi bisnis dalam kelompok usaha CT Corp.
Adapun, hingga akhir tahun lalu, Bank Mega telah beroperasi melalui 345 kantor. Di antaranya 44 kantor cabang, 298 merupakan kantor cabang pembantu dan tiga sisanya adalah kantor kas. (gir)