Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan negara tax haven biasanya merupakan negara kecil yang menerapkan pajak yang sangat rendah bahkan ada yang tidak mengenakan pajak sama sekali.
"Dari data yang kami miliki, tax haven itu adalah British Virgin Island, Cayman Island, Singapura," ujar Bambang dalam sebuah acara di Hotel Pullman Thamrin Jakarta, Selasa (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Mekar Satria Utama mengakui kesulitan untuk membuktikan adanya tindakan penghidaran pajak (tax avoidance) bagi Wajib Pajak (WP) yang menaruh asetnya di negara tax haven. Pasalnya, perusahaan afiliasi yang kerap hanya merupakan perusahaan di atas kertas (paper company) di negara tax haven dianggap sebagai entitas legal.
“Kalau (pembuktian) di (negara) tax haven susah. Makanya kami berusaha melawan tindakan-tindakan tax haven country,” ujar pria yang akrab disapa Toto ini.
Menurut Toto, pembuktian adanya upaya penghindaran pajak harus jelas. Salah satu standar yang digunakan adalah pembuktian Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) yang digunakan dunia internasional untuk melihat tindakan penghindaran pajak dengan sengaja. (gir)