Menurut Imam Teguh Saptono, Direktur Utama BNI Syariah, pendanaan dari induk usaha atau pemegang saham masih mencukupi untuk ekspansi bank-bank syariah tahun ini.
Lihat juga:BNI Bakal Suntik BNI Syariah Rp500 Miliar |
"Lihat, di empat bank syariah besar yang memegang 70 persen pasar, sumber modalnya masih dari pemegang saham. Jadi, saya rasa belum ada penerbitan SUKUK yang signifikan," ujarnya, Rabu (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BNI Syariah sendiri, tahun ini, tidak ada rencana untuk menerbitkan SUKUK," terang dia.
Optimisme ini bercermin dari membaikan penyaluran pembiayaan dari dua pemain besar, yaitu Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat pada awal tahun ini.
Sementara, untuk tiga kuartal ke depan, Imam melihat potensi perbankan syariah masih akan terus menanjak. Asalkan, pemerintah benar-benar berperan aktif dengan regulator dan pelaku industri untuk mengembangkan bisnis syariah.
Sofyan Djalil, Anggota Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjamin, pemerintah akan proaktif mengembangkan bisnis perbankan syariah. Langkah awal, dia menambahkan, KNKS yang juga beranggotakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menderegulasi hambatan-hambatan ekonomi syariah.
Selain itu, insentif untuk permodalan juga disiapkan agar pelaku ekonomi syariah dapat leluasa untuk ekspansi. (bir/gen)