"Kredit tumbuh negatif sekitar Rp9 triliun dibandingkan akhir tahun lalu," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis (7/4).
Ia menjelaskan, perlambatan permintaan kredit pada awal tahun ini terutama terjadi pada kredit modal kerja dan investasi. Sektor-sektor yang mengalami pelemahan permintaan, antara lain manufaktur dan perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kredit banyak penandatanganan baru. Tetapi, outstanding-nya turun. Berarti, penggunaan untuk modal kerja masih agak lemah. Jadi, belum ada penarikan yang besar. Kredit investasi juga belum ditarik, padahal kami sudah sediakan," imbuh Jahja.
Sepanjang kuartal I 2016, BCA tercatat menyalurkan KKB sebesar Rp 1,8 triliun - Rp 1,9 triliun. "Pertumbuhan kredit tidak melihat bunga. Tetapi, lebih kepada daya beli masyarakat. Kalau perekonomian membaik, tentunya ada yang lebih banyak meningkat," pungkasnya. (bir/gen)