Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan kondisi tersebut membuat BP meningkatkan alokasi penjualan LNG Train III untuk pasar domestik dari 40 persen menjadi 75 persen dari total produksi. Dengan kata lain, seluruh sisa penjualan gas yang belum ada kontraknya akan dijual untuk pembeli dalam negeri.
"Karena menurut kami memang gas Train III lebih baik dialokasikan bagi keperluan domestik saja, makanya dari kami kini tinggal mengembangkan infrastrukturnya saja agar gas Train III Tangguh ini ada yang membeli," ujar Wiratmaja, kemarin malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, Final Investment Decision (FID) Tangguh Train III kami harapkan juga on track di bulan Juni mendatang. Kami juga tidak tetapkan deadline untuk mencari komitmen baru, sesegera mungkin lebih baik," imbuhnya.
Sebagai informasi, proyek Tangguh Train III diharapkan akan bisa berproduksi mulai tahun 2020 dengan biaya investasi senilai US$12 miliar. Jika digabungkan dengan proyek Train I dan Train II, maka produksi Tangguh bisa menyentuh 11,4 juta ton per tahun. (gen)