"MoU anak usaha asuransi terus bergulir. Launching-nya Mei atau Juni sementara ini sedang dalam proses persiapan untuk mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Direktur Utama BTN Maryono di Menara BTN, Selasa (12/4).
Maryono menjelaskan, pendirian perusahaan asuransi jiwa ini tidak berjalan sendiri, tapi BTN menggandeng salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memang bergerak di bidang asuransi yakni PT Jasindo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bisnis asuransi jiwa, BTN juga akan melakukan spin off terhadap unit usaha syariah nya menjadi Bank Umum Syariah.
"Spin off BTN Syariah akan tetap jadi prioritas. Intinya BTN Syariah nantinya akan terap menjadi penyalur KPR dengan skema syariah," jelas Oni.
Dari sisi pendanaan, Maryono mengatakan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2016, BTN mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk investasi bisnis anorganiknya. Namun angka tersebut menurutnya bisa saja berubah sesuai kebutuhan perseroan. (gir)