Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu pada angka Rp24,1 triliun, realisasi hingga 31 Maret 2016 diketahui anjlok sebesar 32 persen.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu Heru Pambudi mengungkapkan anjloknya setoran cukai utamanya terjadi di sepanjang bulan Januari hingga Februari tahun ini. Sebab, pada Oktober tahun lalu pemerintah telah mengumumkan kenaikan cukai rokok yang mulai berlaku per 1 Januari 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prediksi setoran cukai hingga akhir tahun masih sesuai rencana tapi kami akan monitor terus.Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea Cukai |
"Dalam PMK 20/2015 itu semua pemesanan cukai yang dilakukan pada 2015 harus dilakukan paling lambat 31 Desember 2015," cetusnya.
Terlebih ketika pola setoral cukai untuk bulan Maret dan April sudah kembali normal.
"Prediksi setoran cukai hingga akhir tahun masih sesuai rencana tapi kami akan monitor terus," ujar Heru.
Selain peroleh cukai, di sektor bea realisasi setoran bea masuk sepanjang Januari hingga Maret 2016 mencapai Rp8,2 triliun atau 21,9 persen dari target Rp37,2 triliun.
Sementara, bea keluar tercatat sebesar Rp 600 miliar atau 20,2 persen dari target Rp 2,9 triliun.
Secara total, tahun ini penerimaan setoran Bea Cukai yang ditargetkan mencapai Rp 186,5 triliun. (dim)