"Menurunnya IHSG membuat nilai kapitalisasi pasar BEI juga turut berubah menjadi Rp5.120 triliun dari sebelumnya Rp5.145 triliun pada akhir pekan sebelumnya," ujar Kepala Komunikasi Perusahaan BEI, Dwi Shara Soekarno melalui siaran pers, Minggu (17/4).
Pelemahan indeks BEI itu, jelas Dwi, salah satunya dipicu aksi jual bersi investor asing hingga Rp459 miliar selam aperiode 11-15 April 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lanjut dia, rata-rata nilai transaksi harian di BEI pada pekan lalu naik 18,44 persen menjadi Rp5,98 triliun, dari rata-rata nilai transaksi pekan sebelumnya yang sebesar Rp5,05 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga mengalami kenaikan 4,60 persen dan rata-rata frekuensi harian naik 2,81 persen.
"Kendati demikian, fluktuasi indeks BEI masih tetap dalam rentang konsolidasi sehat mengingat rilis data perekonomian yang telah dilansir yakni neraca perdagangan masih menunjukkan kondisi yang stabil," katanya.
Pada Jumat (15/4) lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia selama Maret 2016 mencetak surplus sebesar 497,0 juta dolar AS dengan kinerja ekspor mencapai 11,79 miliar dolar AS, sementara impor sebesar 11,30 miliar dolar AS.
Secara teknikal, William Surya Wijaya mengharapkan bahwa untuk perdagangan selanjutnya indeks BEI dapat bergerak menuju level 4.881 poin agar dapat memperkuat pola tren kenaikan jangka pendek IHSG. (ags)