Direktur IPA Sammy Hamzah mengatakan momentum ini bisa digunakan perusahaan migas untuk berinvestasi mengingat harga alat-alat pengeboran sedang murah. Hal itu, jelasnya, bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan migas yang masih memiliki kecukupan modal.
"Ketika harga minyak sedang rendah, mungkin muncul persepsi bagi pemain nasional yang punya balance sheet yang kuat untuk berpikir bahwa ini saat yang tepat untuk berinvestasi. Apalagi, saat ini harga alat-alat investasi migas tengah menurun," ujar Sammy, akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, saat ini pelaku migas berharap Pemerintah mau menghapuskan atau menunda pajak-pajak terkait eksplorasi. Memang, tahun lalu Kementerian Keuangan telah membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) eksplorasi, namun ada beberapa pajak lainnya yang menurutnya perlu ditinjau Pemerintah.
Sebagai informasi, Kementerian ESDM akan melelang 14 WK migas yang terdiri dari 11 WK migas dan tiga WK migas non konvensional pada helatan IPA Convention and Exhibition (Convex) 2016 pada tanggal 25 hingga 27 Mei mendatang. 11 WK konvensional itu terbagi menjadi empat lelang dan tujuh penunjukkan langsung.
Empat lelang yang akan ditawarkan meliputi WK South Coastal Plain Pekanbaru (CPP), Suremana I, South East Mandar, dan North Arguni.
Sementara itu, tujuh lelang yang akan disodorkan secara langung adalah Bukit Barat, Batu Gajah Dua, Kasongan, Ampuh, Ebuny, Onin, dan West Kaimana.