Sebastianus H Budi, Direktur Utama Andalan Finance mengaku perusahaannya berhasil membukukan pertumbuhan permintaan kendaraan bermotor sebesar 8,8 persen pada kuartal pertama tahun ini. Yakni, dari Rp689 miliar pada kuartal pertama tahun lalu menjadi Rp750 miliar pada periode yang sama tahun ini.
"Industri otomotif mulai bergerak. Kalau lihat data Gaikindo pun angkanya sudah naik. Animo masyarakat untuk jual beli mobil bekas mulai tinggi. Karena, ekonomi membaik," ujarnya, Senin (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebastianus menargetkan, Andalan Finance akan membukukan pembiayaan baru (new booking) Rp3,2 triliun hingga akhir tahun nanti. Sebanyak 60 persen dari total pembiayaan itu akan mengalir ke pembiayaan mobil bekas dan sisanya ke pembiayaan mobil baru.
Sebagai sumber pendanaan kegiatan usahanya, Andalan Finance mengandalkan pinjaman dari 23 bank lokal. Salah satunya, yakni dari MNC Bank yang tercatat telah mengucurkan pinjaman sebesar Rp400 miliar sejak 2012 silam.
"Dengan sumber pendanaan dari bank mitra, kebutuhan dana hingga akhir tahun sudah tercukupi. Obligasi dan pendanaan asing, sementara ini belum," imbuh dia.
Andalan Finance membidik laba bersih sebesar Rp100 miliar sampai akhir 2016. Salah satu strategi mengantongi laba, yaitu menjaga rasio non performing financing/NPF (pembiayaan bermasalah) dibawah 3 persen.
"Dua tahun terakhir ini, NPF datar. Pada tahun 2014, NPF sempat memburuk. Namun, tahun lalu dan sampai tiga bulan pertama tahun ini angkanya relatif sama, dibawah 3 persen," pungkasnya. (bir/gen)