Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan, hingga Senin (14/4) pihaknya telah menerima pernyataan minat dari delapan perusahaan yang ingin menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO).
“Di pipeline Kami ada 8 perusahaan yang menyatakan minat untuk IPO hingga kemarin. Saya tidak hafal namanya, tapi dari berbagai sektor usaha,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, ia tidak merinci seberapa banyak saham yang akan dilepas perusahaan-perusahaan itu.
Sementara itu, untuk pipeline penerbitan surat utang atau obligasi Samsul menyatakan 22 perusahaan yang berminat juga berasal dari berbagai sektor usaha.
Namun, ia hanya mencatat nilai penerbitan secara outstanding.
“Pipeline obligasi ada 22 perusahaan dengan 24 emisi. Nilainya saya ingat yang total outstanding, sebesar Rp30,3 triliun,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, obligasi itu antara lain Obligasi Berkelanjutan I Siantar Top Tahap II Tahun 2016 dengan nilai emisi Rp500 miliar pada Rabu (13/4), dan Obligasi Berkelanjutan I Maybank Finance Tahap II Tahun 2016 dengan nilai emisi Rp1,1 triliun pada Kamis (14/4).
“Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2016 adalah 12 Emisi dari 11 Emiten senilai Rp18,74 triliun,” jelas Dwi.
Dengan pencatatan ini, lanjutnya, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 281 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp256,67 triliun dan US$100 juta, yang diterbitkan oleh 102 emiten.
Sementara itu Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp1.539,66 triliun dan US$1.040 juta dan 6 EBA senilai Rp2,15 triliun.