Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan bursa global tadi malam melanjutkan tren bullish menyusul kenaikan harga minyak mentah. Harga minyak mentah tadi malam menguat 3,27 persen di US$41,08 menyusul aksi pemogokan pekerja di Kuwait yang menyebabkan produksi terpangkas hingga 1,3 juta per hari.
“Kenaikan harga minyak mentah dan sejumlah komoditas logam telah mendorong penguatan saham tambang,” ujarnya dalam riset, Rabu (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sedangkan di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,3 persen di 18.053,60 dan 2.100,80. Selain sentimen penguatan harga minyak mentah, pasar turut digerakkan dengan sejumlah rilis laba kuartal I 2016 sejumlah emiten yang bervariasi,” jelasnya.
“Penguatan rupiah atas dolar AS turut menopang sentimen positif atas saham sektor properti dan konsumsi,” jelasnya.
Menurutnya pasar juga digerakkan dengan rilis laba kuartal I 2016 sejumlah emiten yang keluar menjelang akhir April. Bank Indonesia (BI) pada pertemuan pekan ini diperkirakan akan tetap menahan BI Rate di 6,75 persen turut menopang sentimen positif pasar.
“IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan support di 4.870 dan resisten di 4.910 cenderung positif,” jelasnya (gir/gir)