"Pertumbuhan laba bersih ditopang oleh ekspansi pembiayaan dengan kualitas pembiayaan yang baik, serta ketersediaan dana murah yang lebih baik," ujar Imam T Saptono, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BNI Syariah, Rabu (20/4).
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, pembiayaan anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ini meningkat 14,95 persen atau menjadi sebesar Rp18,04 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, porsi pembiayaan mikro tercatat sebanyak 5,69 persen dan lini pembiayaan Hasanah Card 2,15 persen.
Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), perseroan berhasil menghimpun pertumbuhan DPK hingga 20,07 persen pada kuartal pertama tahun ini jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu.
"Rasio tabungan dan Giro (dana murah/casa) menjadi lebih baik, yaitu sebesar 45,06 persen dari total DPK perseroan," tutur Kukuh Raharjo, (Pelaksana Tugas) Direktur Bisnis BNI Syariah.
"Insyaallah, dengan semangat Hasanah dan dukungan dari berbagai pihak, BNI Syariah akan selalu memberikan yang terbaik sesuai kaidah untuk memberikan manfaat bagi stakeholders dan seluruh masyarakat," pungkas Imam.