Evy Indahwaty, Direktur Utama Radana Finance mengatakan kondisi perekonomian nasional yang penuh tantangan di sepanjang tahun lalu melanda hampir semua sektor tak terkecuali kinerja industri pembiayaan di Indonesia. Perlambatan pertumbuhan laba kuartal pertama ini merupakan lanjutan dari perolehan laba tahun lalu sebesar Rp39,85 miliar yang tercatat tumbuh 3,45 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, dari sisi pembiayaan bermasalah alias nonperforming financing (NPF), Radana Finance mampu mengendalikan pembiayaan macet di level dibawah 2 persen pada akhir tahun lalu. Perseroan akan menjaga NPF pada level yang sama di tahun ini.
Lebih jauh Evy menjelaskan, tantangan prospek bisnis pembiayaan ke depan adalah kondisi makro ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi yang belum stabil. Selain itu, risiko nilai tukar rupiah yang ikut mempengaruhi daya beli masyarakat. (bir/bir)