"Ada tambahan untuk tahun ini totalnya menjadi 34, tadinya ada tujuh penyalur. Banyak bank-bank swasta yang ikut (bergabung), bank daerah serta bank asing," kata Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Eddy Putra Irawady pada Inseminasi dan Diseminasi Paket Kebijakan Perekonomian di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (20/4).
Eddy mengatakan penambahan bank yang ikut menyalurkan KUR kepada usaha kecil dan menengah (UKM) ini agar bisa merata dan dapat menggerakkan roda perekonomian di seluruh wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun penambahan pada bank pembangunan daerah ada enam calon penyalur, yaitu BPD Bali, BPD Yogyakarta, BPD Sulselbar, BPD Sumatra Utara, BPD Sumbar, BPD Riau Kepri.
Bank swasta yang akan ditambah ada tujuh dan satu bank pemerintah, yakni Bank Bukopin, BTPN, OCBC NISP, Bank Permata, Bank Panin, BCA, Bank Artha Graha dan BRI Syariah.
Selanjutnya, Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) yang menyalurkan KUR berjumlah empat lembaga, yakni BCA Finance, Adira Dinamika Finance, Mega Central Finance, dan Federal International Finance.
Asisten Deputi Bidang Pasar Modal dan Lembaga Jasa Keuangan Kemenko Perekonomian, Agus Heri Susanto mengatakan selain penambahan 34 bank penyalur, pemerintah juga akan menambah perusahaan penjamin KUR.
"Juga akan menambah perusahaan penjamin tadinya ada dua (PT Askrindo dan Perum Jamkrindo), menjadi sembilan perusahaan," tutur Heri.
Realisasi penyaluran KUR hingga 13 April 2016 sudah mencapai Rp32 triliun dari target sebesar Rp120 triliun pada tahun ini.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menurunkan bunga kredit KUR menjadi 9 persen pada 2016 dari 12 persen di 2015.