Selain meminta persetujuan pergantian direksi, RUPST Telkom juga mengagendakan permintaan persetujuan atas laporan kinerja Telkom tahun lalu, penetapan penggunaan laba bersih 2015, serta penetapan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun ini.
Jelang RUPST tersebut, pemegang saham Telkom dikabarkan akan mengganti satu orang direksi dan beberapa orang komisaris dengan meminta persetujuan RUPST.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra Utoyo diketahui memang sudah dua periode menduduki kursi direksi Telkom dan tengah mengikuti proses lelang jabatan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Ia menjadi salah satu kandidat terkuat pengisi jabatan eselon I di kementerian yang dipimpin Rudiantara tersebut.
“Empat nama itu memang masuk kandidat. Tetapi biasanya ada kejutan di putaran terakhir. Bisa saja diantara direksi ada rotasi. Tunggu sajalah besok,” ujar sumber tersebut.
Sekadar diketahui, saat ini susunan manajemen Telkom sesuai dengan hasil RUPSLB pada Desember 2014 adalah Direktur Utama Alex J. Sinaga, Direktur Keuangan Heri Sunaryadi, Direktur Innovation and Strategic Portfolio Indra Utoyo, Direktur Enterprise and Business Service Muhammad Awaluddin, Direktur Wholesale and International Service Honesti Basyir, Direktur Consumer Service Dian Rachmawan, Direktur Human Capital Management Herdy Rosadi Harman, dan Direktur Network IT and Solution Abdus Somad Arief.
Sebagai perusahaan terbuka yang sahamnya mayoritas dikuasai pemerintah, Telkom menjelma menjadi salah satu dari 2 ribu perusahaan terbesar di dunia di bawah kepemimpinan Alex J. Sinaga. Saat ini Telkom menempati posisi 783 perusahaan besar dunia dengan aset US$11,4 miliar.
Laporan keuangan 2015 Telkom menyebutkan, perseroan berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp15,48 triliun atau naik 7 persen dibandingkan perolehan laba 2014 sebesar Rp14,471 triliun. Torehan tersebut menjadikan Telkom satu-satunya operator yang mengalami triple double digit growth selama dua tahun berturut-turut.
Tak hanya itu, saham Telkom selama 2015 menjadi satu-satunya BUMN yang masuk dalam daftar top leader di pasar saham dengan menutup kapitalisasi di angka Rp312,98 triliun. (gen)