Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan dua hotel ini sejalan dengan visi perusahaan yang menginginkan Soekarno-Hatta menjadi bandara transit kelas dunia. Apalagi setelah beroperasinya Terminal 3 Ultimate, akan ada banyak penerbangan langsung (direct flight) menuju Soekarno-Hatta.
"Sekarang sudah saatnya Jakarta dilihat sebagai kota transit, dan kami berharap ke depan bisa tarik tiga hingga empat juta penumpang untuk transit ke sini, jangan transit di negara tetangga. Makanya, kami akan berikan fasilitas yang baik, salah satunya adalah dengan hotel transit," ujar Budi di Terminal 3 Ultimate, Tangerang, Kamis (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan bos PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk ini menyatakan, AP II bakal membuka tender pembangunan hotel yang akan diikuti oleh beberapa perusahaan jaringan hotel. Sampai saat ini, jelasnya, sudah ada empat perusahaan hotel yang menyatakan minat untuk membangun hotel tersebut.
"Sekarang pekerjaan rumah kami yang besar adalah menjadikan Soekarno-Hatta sebagai gerbang pariwisata Indonesia. Makanya kami mau menuju bandara transit, beberapa destinasi wisata yang tadinya tidak kesini jadi kesini," jelasnya.
Melengkapi ucapan Budi, Direktur Pemasaran AP II Faik Fahmi mengatakan hotel transit yang akan dibangun nanti minimal memiliki peringkat bintang empat. Namun menurutnya, masih ada opsi pembangunan hotel itu akan dibangun swadaya oleh perusahaan.
"Ini yang masih kami kaji dengan konsultan, lebih baik kami yang kelola atau pakai perusahaan jaringan hotel. Namun proses tender akan dilakukan dalam dua tiga bulan mendatang, semoga setelah itu terlihat hasilnya," tutur Faik di lokasi yang sama.
Sebagai informasi, kapasitas Bandara Soekarno-Hatta akan meningkat seiring adanya proyek Terninal 3 Ultimate yang bisa menampung 25 juta orang per tahun. Dengan demikian, kapasitas bandara sendiri akan bertambah menjadi 62 juta penumpang per tahun. (gen)