Gubernur Bank Indonesia, Agus D. W. Martowardojo mengatakan kondisi perekonomian Indonesia cukup baik pada saat ini dengan profil risiko yang sangat positif pada sepakan terakhir. Salah satu indikatornya adalah laju inflasi yang terkendali dan sesuai dengan harapan pemerintah dan bank sentral.
"Inflasi April sampai dengan minggu ketiga kita lihat bisa deflasi 0,33 persen dan ini karena ada beberapa harga pangan yang sudah terjadi penurunan. Inflasi di akhir tahun (kemungkinan) masih 4 plus/minus 1 persen dan target itu bisa tercapai di 2016," kata Agus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyoal nilai tukar, Mantan Menteri Keuangan itu mengatakan pergerakan rupiah belakangan ini relatif menguat, di mana pada akhir pekan lalu ditutup pada level Rp13.150 per dolar AS. Penguatan itu, jelasnya, lebih karena ada dana asing yang masuk ke Indonesia dalam jumlah yang cukup besar.
Sementara untuk posisi utang luar negeri, Agus mengatakan swasta mendominasi penarikan utang dibandingkan pemerintah. Namun, sampai dengan saat ini pengelolaan utang dinilai masih cukup baik karena disokong oleh kcukupan cadangan devisa di bank snetral.
"Cadangan devisa itu ada kenaikan ke US$107,5 miliar dan ini menunjukan kecukupan dari cadangan devisa kita untuk membiayai impor ataupun memenuhi kewajiban utang," tuturnya. (ags)