Franky Sibarani, Kepala BKPM mengakui tengah dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke kota Dongguan, Provinsi Guangdong, untuk berbicara di hadapan 200 investor mebel China pada hari ini, Selasa (26/4).
Ia mengatakan, potensi investasi di sektor mebel sangat besar dan harus dikembangkan. BKPM mencatat, investasi di industri hulu kayu mencapai US$466 juta dan tumbuh sebesar 50 persen dalam lima tahun belakangan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Franky, China merupakan sumber investasi asing kelima terbesar di sektor ini setelah Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan Singapura. Sejak 2010, realisasi investasi industri mebel dari China mencapai US$5,3 juta.
Di sisi lain, Indonesia kaya dengan hasil kayu dan rotan. Bahkan, 85 persen bahan baku rotan di dunia berasal dari Indonesia. Selain itu, Indonesia memiliki banyak tenaga terampil, muda dengan upah yang kompetitif.
Indonesia juga merupakan pasar yang besar dengan populasi penduduk mencapai 255 juta dan di antaranya sebanyak 64 juta merupakan kelas menengah. Indonesia adalah gerbang meraih pasar di Asia Tenggara yang merupakan pasar ketiga terbesar di dunia dengan total penduduk 618 juta dan diantaranya 190 juta kelas menengah.
Di samping industri mebel, Franky menuturkan, BKPM juga mendorong investasi di berbagai industri turunannya. Produk industri turunannya banyak diimpor masuk ke Indonesia. Antara lain, industri bahan perekat khusus untuk mebel, industri kimia, industri komponen dan industri plastik.
"Tidak cuma itu, kami juga mengundang investasi di industri mesin berteknologi tinggi pembuat mebel untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi," imbuh dia.
Data BKPM menunjukkan, investasi dari China (tidak termasuk sektor hulu migas dan keuangan) mencapai US$464,6 juta pada kuartal pertama tahun ini. Realisasi ini menempatkan China sebagai investor terbesar ke-4 di Indonesia.
China juga merupakan salah satu sumber investasi asing terbesar di Indonesia yang meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Tercatat, US$2,1 miliar investasi China terealisasi sejak tahun 2010 dan tumbuh rata-rata 61 persen per tahun. (bir)