Vice President SMART, Reza Ardiansyah mengatakan, dana tersebut akan disalurkan untuk modal pembiayaan penanaman kelapa sawit di lahan seluas 400 hektare (ha) kepada petani swadaya binaan SMART.
“Besaran yang diberikan untuk peremajaan perkebunan petani itu diberikan BPDP sebesar Rp25 juta per ha,” tutur Reza di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Konsepnya BPDP ini untuk meringankan biaya investasi peremajaan perkebunan,” ujarnya.
Nantinya, pembayaran nominal kredit dan bunga bisa dilakukan petani setelah lima tahun program berjalan selama delapan tahun. Masa tunggu (grace period) pembayaran pinjaman diberikan karena perkebunan mulai menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) setelah masuk tahun kelima.
“Di tahun kelima, hasil (perkebunan) kami prediksi sekitar Rp500 ribu – Rp600 ribu per ha per bulan,” ujarnya.
Selain memfasilitasi pemberian kredit, SMART juga memberikan bibit berkualitas tinggi dan bersertifikat bagi petani. Nantinya, bibit tersebut akan menghasilkan sekitar 20-25 ton tandan buah segar (TBS) per ha per tahun atau sekitar 5-6 juta ton minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) per hektar per tahun.