"Bukan negara yang mengeluarkan, tapi kita akan tunjuk salah satu BUMN yang menyiapkan," ujar Menteri Keuangan Bambang P. S Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (29/4).
Bambang mengatakan saat ini Indonesia sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sayangnya, pendanaan proyek infrastruktur mayoritas berasal dari perbankan yang rata-rata memiliki karakter dana berjangka pendek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ini saat yang baik karena ketika ada inflow harus ada instrumen yang pasti bervariasi, ini paling cocok waktunya," ujar Bambang.
"Kalau sukuk based project masih bisa danai proyek yang ada di APBN, kalau ini bisa proyek yang sifatnya non APBN," ungkapnya.
Scenaider Siahaan, Direktur Strategis dan Portofolio Pembiayaan Kementerian Keuangan mengatakan bisa saja nanti pemerintah berperan sebagai penjamin emisi infrstructure bond yang akan diterbitkan BUMN.
"Skemanya saya belum terinfo seperti apa pemerintah sebagai penjamin atau tidak, dua-duanya bisa dilakukan bedanya hanya di harganya saja," katanya. (ags)