Menhub Belum Diserahi Bandara Raja Ampat oleh Pemda

Basuki Rahmat, CNN Indonesia | Minggu, 01/05/2016 03:22 WIB
Menhub Belum Diserahi Bandara Raja Ampat oleh Pemda Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk M. Arif Wibowo. (CNN Indonesia/Agust Supriadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bandara Marinda Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, hingga saat ini masih menjadi aset pemerintah daerah dan belum diserahkan untuk dikelola dan dikembangkan Kementerian Perhubungan.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan Bandara Raja Ampat apabila sudah diserahkan kepada Kemenhub maka akan diperpanjang landasan pesawatnya.

“Kemenhub juga akan membangun fasilitas penunjang lainnya," kata Jonan saat meresmikan penggunaan Terminal Bandara Domine Edward Osok (DEO) Kota Sorong Provinsi Papua Barat, Sabtu (30/4), seperti dilansir Antara.



Menurut Jonan rencananya Bandara Marinda Kabupaten Raja Ampat diperpanjang hingga 1.600 meter sama seperti Bandara Weror di Kabupaten Tambraw.

"Kami targetkan Bandara Marinda Kabupaten Raja Ampat tidak hanya mendarat pesawat twin otter tetapi bisa mendarat pesawat jenis ATR 72," tutur Jonan.


Jonan mengatakan, perpanjangan Bandara Weror Kabupaten Tambraw sudah tuntas dan tinggal menunggu dilakukan uji coba pendaratan pesawat kemudian diresmikan untuk digunakan.

"Kami sudah menyiapkan anggaran guna pembangunan Bandara Marinda Kabupaten Raja Ampat menunggu pemerintah daerah menyerahkan aset tersebut," kata Jonan.


Jonan menambahkan, pemerintah pusat berkomitmen membangun infrastruktur perhubungan merata di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. (obs/obs)


ARTIKEL TERKAIT