Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan pada perdagangan Senin (2/5) IHSG memiliki level support di 4.784-4.811 dan resisten 4.859-4.882. Menurutnya laju IHSG sempat berada di area target support 4.804-4.832, namun masih di bawah area target resisten di 4.878-4.896.
“Skenario pelemahan kami kembali terjadi meski kami tidak berharap demikian. Belum adanya sentimen positif yang mampu membawa IHSG berbalik arah membuat IHSG masih terpenjara dalam zona merah,” ujarnya dalam riset, Minggu (1/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, dalam perdagangan sebelumnya, awan positif belum berpihak pada laju IHSG dimana masih melanjutkan pelemahan. Laju bursa saham Asia yang cenderung melemah setelah merespon sikap bank sentral Jepang yang terkesan tidak menambah stimulus untuk mengangkat ekonomi Jepang turut berimbas pada laju IHSG.
Reza menambahkan, memasuki bulan Mei, nampaknya masih dihinggapi awan mendung bagi para investor mengingat istilah “sell in May and go away” kini menghinggapi para pelaku pasar meskipun kami nilain kondisi tersebut tidak sepenuhnya benar terutama untuk pasar saham Indonesia.
“Tetapi, dengan adanya berita fraksi baru yang mulai berlaku pada awal Mei diharapkan dapat menjadi katalis positif jelang diumumkannya data Inflasi Indonesia bulan April,” katanya.
Dari bursa global, Reza menilai pasca mengalami kenaikan seteah merespon pengumuman The Fed yang akhirnya belum akan menaikan suku bunga acuannya, indeks harga di bursa saham AS berakhir melemah di akhir pekan. Hal itu terjadi setelah saham-saham ritel terimbas negatif oleh data pengeluaran konsumen yang lemah sehingga menyeret saham-saham AS lebih rendah.
Selain itu, Reza menjelaskan, angka akhir sentimen konsumen untuk April 2016 turun menjadi 89,0 dari 91,0 pada Maret. The Fed akan kembali mengadakan rapat pada 14-15 Juni dengan pertimbangan data ketenagakerjaan AS akan kian membaik. (gir)