Seperti dikutip dari kantor berita Antara, Direktur Teknik Navigasi LPPNPI Lukman F Laisa mengatakan investasi tersebut akan digunakan untuk meremajakan alat-alat navigasi yang sudah tua. Ia mengungkapkan, peralatan navigasi di sejumlah bandara banyak yang usianya sudah 30 tahun, padahal semestinya maksimal berusia 15 tahun.
"Terutama untuk engine facilities, karena alat-alat kita juga banyak yang berumur sudah tua, seperti radar di Cengkareng sudah 30 tahun," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami optimistis bisa selesai hingga akhir 2016 karena pengadaan alat-alat ini tidak seperti membangun bandara, jadi lebih cepat," katanya.
"Dari laporan keuangannya, target keuntungan tahun lalu Rp260 miliar, bahkan sampai Rp700 miliar, ini terlambat investasinya. Saya sudah marah-marah karena ini bukan badan usaha mencari keuntungan, tetapi apapun yang didapat harus kembali ke pelayanan," katanya. (gir)