APPSI sering menemukan terjadinya kekurangan pasokan yang membuat harga bahan pangan menjadi tinggi, dilanjutkan dengan izin impor dadakan yang menguntungkan pihak tertentu.
Diterbitkannya izin impor secara mendadak akibat salah menghitung kebutuhan masyarakat itulah yang menjadi sorotan Sekretaris Jenderal APPSI M. Maulana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Maulana ada dua faktor utama penyebab melonjaknya harga bahan pangan di pasar yaitu masalah penawaran dan permintaan (supply-demand) dan masalah logistik dan rantai distribusi.
Ia menyatakan saat ini beberapa harga bahan pangan sudah mulai merangkak naik di pasar. Diantaranya beras, daging sapi, dan bawang putih. Hal itu menurutnya lebih disebabkan oleh masalah di sisi supply. Namun demikian, sejauh ini kenaikannya masih dalam taraf normal.
“Kalau kami melihatnya kenaikan harga tidak lebih dari 20 persen itu masih normal,” ujarnya.
Selain tiga komoditas tersebut, Maulana memastikan sejauh ini pasokan bahan pangan pokok lainnya di pasar masih terjaga sehingga harganya tidak terkerek naik.
Sebelumnya, Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menjamin ketersediaan bahan pangan pokok jelang Ramadhan. Khusus untuk beras, Bulog mencatat pasokan saat ini mencapai 1,9 juta ton atau lebih dari enam kali lipat kebutuhan beras per bulan, 300 ribu ton. (gen)