“Karena usulan Gaikindo agar pemerintah menetapkan standar Euro 4 untuk seluruh kendaraan yang diproduksi di Indonesia harus diikuti dengan peningkatan kualitas BBM,” kata Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto, ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (12/5).
Sebagai informasi, Uni Eropa telah mempelopori pengaturan standar emisi sejak 1990 menyusul lahirnya standar Euro 1. Euro 1 mengharuskan mesin diproduksi dengan teknologi yang hanya menggunakan bensin tanpa timbal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat tahun kemudian (2000) muncul standar emisi Euro 3, yang mewajibkan mobil diesel menggunakan solar dengan kadar sulfur kurang dari 350 ppm atau bensin dengan kadar sulfur kurang dari 150 ppm.
Sejak 2014, Uni Eropa sudah menggunakan standar emisi Euro 6 dan kini mulai menjajaki standar Euro 7.
Kebijakan ini telah diadopsi oleh banyak negara, kecuali Indonesia dan beberapa negara di Benua Afrika yang masih bertahan dengan Eruo 2.
Dengan menerapkan standar Euro 4, Jongkie meyakini lesunya permintaan kendaraan di dalam negeri bisa diimbangi dengan peningkatan ekspor ke negara-negara lain yang telah menggunakan standar tersebut.
"Masa ekspor mobil kita cuma bisa ke negara-negara Afrika, malu dong sama Thailand," katanya. (gen)