Ditemui usai pertemuan, Sudirman menuturkan, Jokowi memintanya mengevaluasi perkembangan mega proyek energi tersebut, mulai dari proses tender, pembiayaan, hingga rencana pengelolaannya oleh PT PLN (Persero).
"Ini apakah bisa selesai atau tidak? Yang paling terasa proses eksekusi, memang banyak hambatan. Kebijakannya sudah sangat memberi ruang percepatan," kata Sudirman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjutnya, proses konstruksi sudah berjalan 10 persen, sedangkan yang sudah menandatangani perjanjian pembelian listrik (power purchase agreement/PPA) baru sekitar 30 persen. Selebihnya, kata Sudirman, masih dalam tahap pengadaan. Mantan Direktur Utama PT Pindad (Persero) ini menilai secara umum perkembangannya masih lebih lambat dari target.
Dia menargetkan evaluasi mega proyek ini selesai sebelum puasa.
Sebelumnya, PLN mencatat lokasi pembangkit yang sudah ditandatangani kontraknya tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku sampai Papua.
Sementara itu, kontraktor yang terpilih mengerjakan proyek pembangkit 35 ribu MW telah menjalani serangkaian proses pengadaan tender secara ketat dan transparan. Mereka menjanjikan akan membawa teknologi pembangkit terbaru yang berasal dari negara Jepang, China, Amerika, dan Eropa. (ags/gen)