Muliaman mengatakan kenaikan NPL tersebut dipicu oleh perlambatan ekonomi global yang merambat ke berbagai sektor industri di Indonesia. Namun kata Muliaman, naiknya NPL di kuartal I 2016 masih dalam batas normal alias jauh dari batasan OJK yakni 5 persen.
"Jadi menurut saya tidak perlu ada hal yang dikhawatirkan," katanya, Jumat (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Muliaman, proyeksi pertumbuhan kredit dan NPL belum mengalami perubahan secara signifikan. Para pelaku industri keuangan masih optimistis pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 13 persen sesuai dengan yang dilaporkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
"Kami yakin akan ada pemulihan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang naik tahun ini tentunya akan meminta tambahan kredit yang lebih besar di kuartal II hingga IV saya yakin akan naik," ujar Muliaman. (gen)