"60 persen tuna di dunia datang dari Indonesia. Nelayan lokal banyak tangkap, dengan fasilitas yang bagus di freezing dan processing. Itu akan membuat produk kami lebih segar," ujar Susi di sela acara ASEAN - Rusia Summit 2016 di Sochi, Rusia, Kamis (19/5).
Dalam siaran persnya, Susi menjelaskan pihak asing tidak bisa membuat perusahaan penangkapan ikan, tapi masih bisa membangun perusahaan pengolahan ikan dengan kepemilikan hingga 100 persen dari sebelumnya minoritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Indonesia dan Rusia juga sepakat bekerja sama dalam memberantas praktik pencurian ikan secara ilegal (illegal fishing). Kerja sama itu jalin saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kita juga sepakat terus mendorong investasi Rusia di Indonesia, di sektor maritim, infrastruktur, kereta api, dan pelabuhan juga minyak serta energi dan listrik," ungkap Presiden Jokowi, saat konferensi pers di Kediaman Presiden Putin, Bocherov Rochey, Sochi, Rusia, Rabu (18/5).
Sebagai informasi, ekspor perikanan Indonesia ke Eropa Tengah dan Timur sempat anjlok 82,8 persen pada 2014, dengan hanya mencatatkan nilai US$7,6 juta dari sebelumnya US$44,4 juta pada 2013. Lalu ekspor mulai kembali naik pada tahun lalu menjadi US$ 13,8 juta.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (BalitbangKP) KKP Zulficar Mochtar menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Rusia juga menginginkan kerja sama di bidang kemaritiman. Adapun kerja sama yang dijajaki meliputi pengembangan sumber daya dan infrastruktur kelautan dan perikanan, antara lain pembangunan shipyard di Indonesia.
"Rusia memiliki pengalaman dan Iptek di bidang kemaritiman yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia," katanya.
Selanjutnya, Rusia juga tertarik untuk mengembangkan akuakultur terpadu dengan pusat pembangkit listrik seperti yang sudah dilakukannya saat ini.kerja sama teknologi radar laut untuk patroli keamanan wilayah perairan laut juga menjadi opsi kerja sama yang ditawarkan ke Indonesia.
"Selain itu, Rusia siap mensuplai kapal dan pesawat, baik digunakan untuk keperluan patroli laut maupun pesawat penumpang/komersil, juga Investasi pada proyek pembangunan 15 Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT)," jelas Zulficar. (ags)