Padahal di awal tahun Menteri ESDM Sudirman Said menilai perusahaan pelat merah tersebut hanya mampu mengerjakan pembangkit sampai 5 ribu MW saja, sehingga 30 ribu MW selebihnya akan diberikan kepada perusahaan swasta.
Direktur Pembinaan Program Kelistrikan Kementerian ESDM Alihuddin Sitompul menjelaskan dalam presentasi draf Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2016-2025 yang di hadapan pemerintah kemarin, manajemen PLN berkeyakinan mampu menggarap pembangkit dengan total kapasitas 10.233 MW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dari sisi pertimbangan keuangan yang disampaikan, mereka kan sudah revaluasi aset. Kemampuan keuangannya dia sangat percaya diri, makanya itu yang buat kami setuju," jelas Ali di Jakarta, Selasa (24/5).
1. World Bank sebesar US$3,75 miliar
2. Asian Development Bank (ADB) sebesar US$4,05 miliar
3. Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar US$5 miliar
4. KfW Bankengruppe sebesar 1,65 miliar Euro
5. AFD Perancis sebesar 300 juta Euro
6. China Exim Bank sebesar US$5 miliar
7. China Development Bank sebesar US$10 miliar, dan
8. Islamic Development Bank (IDB) sebesar US$300 juta.
"Jadi mereka yang masukkan proyek itu, itu kan seperti penjelasan PLN itu kalau sumber pendanaannya sudah ada, masukkan ke dalam program. Jadi sebenarnya 10 ribu MW itu sudah dalam perencanaan mereka," jelasnya. (gen)