Kelima perusahaan perkebunan tersebut adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT Asia Pulp and Paper, PT Triputra Agro Persada, PT SMART Tbk, dan PT Asian Agri. Turut serta dalam program tersebut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.
“Pilot project ini merupakan bentuk dari multi-stakeholders approach terhadap terhadap penyelesaian isu kebakaran hutan, kebun, dan lahan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Biaya pemadaman kebakaran itu bisa lima puluh kali lipat lebih mahal dari pada biaya pencegahan kebakaran. Jadi dengan mengubah menjadi pencegahan kebakaran, biayanya bisa jadi lebih murah,” jelasnya.
Darmin menerangkan, proyek percontohan ini akan dilakukan pada desa-desa yang berbatasan dengan wilayah konsesi hutan dan kebun milik perusahaan-perusahaan yang telah mengikat komitmen.
Melalui proyek ini, lanjutnya, pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat menyusun konsep praktik-praktik terbaik (best practices) dan standar prosedur operasional pencegahan kebakaran hutan yang efektif. (ags/gen)