“Bahwa Indonesia tidak turun, berarti meski dalam situasi ekonomi yang menurun kita masih bisa dianggap tidak turun,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ditemui di kantornya, Rabu (25/5).
Darmin mengungkapkan upaya untuk mempertahankan peringkat utang Indonesia terus dilakukan pemerintah melalui berbagai kebijakan ekonomi. Hasilnya, Indonesia mampu mempertahankan rating layak investasi dari Fitch sejak 2011 dan telah mengantongi peringkat layak investasi dari lembaga pemeringkat internasional ternama lainnya, Moody’s.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sekarang tinggal S&P yang belum selesai. Biasanya penilaiannya keluar bisa Juli, bisa Agustus,” jelas Darmin.
Menurut Franky, Fitch mengakui reformasi struktural yang telah ditempuh Indonesia sejak September 2015 diyakini akan meningkatkan iklim investasi secara signifikan. Beberapa kebijakan, seperti perampingan jumlah dan percepatan proses perizinan untuk melakukan kegiatan usaha, serta penetapan formula upah minimum dipandang mampu memperbaiki iklim investasi.
Namun, mantan bos Garuda Food ini menyebutkan para pejabat di lembaga tersebut meminta pemerintah Indonesia untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan kebijakan pada tahun depan.
“Ada saran dari mereka yang menekankan perlunya upaya lanjutan untuk perbaikan iklim investasi. Ini akan menjadi masukan yang konstruktif bagi kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, Franky menyampaikan bahwa upaya perbaikan iklim investasi akan terus dilakukan sebagai bagian untuk mengubah paradigma BKPM sebagai lembaga yang mengeluarkan izin menjadi lembaga yang melayani investor. (gen)