"Eksposur kami sangat jelas, karena pendapatan kami rupiah, dengan pembukaan impor barang tadi kami akan ditagih dolar," kata Direktur Keuangan Bulog Iryanto Hutagaol di Gedung Bank Indonesia, Rabu (25/5).
Guna memitigasi risiko selisih kurs akibat membengkaknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Bulog memutuskan untuk menggunakan fasilitas lindung nilai (hedging).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, pemerintah memutuskan kuota impor jagung pada 2016 dengan volume sekitar 30 persen dari kebutuhan sebanyak 200 ribu ton per bulan atau 2,4 juta ton per tahun yang seluruhnya akan dilakukan oleh Bulog.
Selain kebutuhan valas, Bulog juga masih menggantungkan pendanaannya dari pinjaman bank. Hingga saat ini, Bulog telah mengantungi pinjaman modal kerja senilai Rp40 miliar dari beberapa bank. (gen)